November 29, 2022

 

Dulu sebelum pandemi, enggak bisa lihat hari merah, pasti udah punya tiket pesawat di tangan. Perginya bisa dengan mr.husband, para mommies ataupun teman kantor. Mumpung masih suasana 17 Agustus, kita throwback yuk weekend ke Bangkok saat 17 Agustus, dua tahun yang lalu.

Pertamakalinya saya bisa foto di depan KBRI Indonesia di Bangkok yang meriah dengan bendera merah putih.

Malam Pertama di Bangkok: Makan di Sekitar Hotel

Kami tiba di Don Mueang sekitar jam 9 malam. Dengan mobil van yang sudah kami sewa, kami diantarkan ke Marwin Villa Hotel, yang sudah saya tulis di sini.

Hotel yang saya pilih karena ingin tinggal di daerah Pratunam. Walau sudah malam, masih banyak restoran yang buka. Kami pun makan malam besar!

Tom yum, aduh itu liat udangnya

Makanan favorit saya: Pad Thai

Pineaple Fried Rice, ditutup dengan Mango Sticky Rice

Sarapan, Jajan dan Ngopi di Pratunam

Sementara orang-orang ke Bangkok tinggal di dekat Pratunam untuk belanja baju, saya dan teman-teman memilih tinggal di Pratunam untuk jajan.

Pagi hari dari hotel, kami jalan kaki ke pasar Pratunam.

Selamat pagi Bangkok 🙂

Kabel listrik khas Bangkok, ngangenin


Pertama, kami makan di satu lorong yang terdapat makanan halalnya. Setiap kali ke Pratunam, saya makan di sini. Karena hanya ini yang saya temukan ada logo halalnya.

Menuju ke lorong tempat makan itu seru banget, banyak makanan, juice dan jajanan pasar.

Pratunam di pagi hari

Mangganya jumbo, tapi hanya hiasan kok:p

Jus buah merah delima, sewarna ama kaos Mamang-nya

Duh kue warna warni yang menggoda

Tempat saya makan kalau ke Pratunam

Chicken noodle


Selesai makan pagi, terbitlah kopi. Nah, setiap ke Pratunam saya selalu ke Porta Koffee. Saat itu sedang musim boba, Porta Koffee juga ikutan “main boba”.

Saya tetap memilih coldbrew di botol sih, supaya botolnya bisa dibawa pulang untuk koleksi. Hehe enggak mau rugi!

Everyone loves Boba that time

Coldbrew-nya Porta Koffie

Starbucks Central World Mall Bangkok

Setelah menghabiskan pagi di Pratunam, kami kembali ke hotel, mandi lalu dijemput oleh van. Hari itu kami akan keliling shopping malls. Pertama kami ke Central World dan mampir di Starbucks.

Starbucks di Central World merupakan gerai terbesar kedua di dunia, katanya demikian. Saya masih bingung yang terbesar pertama dimana ya? Apakah Shanghai?

Kami duduk di dekat Starbucks Reserve Coffee Bar, karena memesan V60.

Langsung “ngiler” melihat peralatan kopinya

Menu special saat itu


Starbucks ini bisa menampung sampai dengan 230 orang, tapi itu di jaman sebelum pandemi ya. Setelah pandemi sih yang dicari orang adalah tempat ngopi outdoor.

Selain tempatnya luas, tumbler juga tersedia  lengkap di sini. Kalau suka kopi dan sedang di Bangkok, jangan lupa mampir ke Starbucks Central World. 

Besar banget memang

Muralsnya bagus-bagus

Kebahagiaan sebelum pandemi: koleksi tumber dan bisa
beli di tempat asalnya (sekarang mah Jastip)

Dari Central World shopping mall, kami menyeberang ke Big C Supermarket. Sebelum belanja, mampir dulu deh beli durian. Berhubung saya enggak suka durian, dan juga karena Geng Tensi, saya foto-foto aja.

Di atas jembatan penyeberangan dua mall besar

Makan durian Bangkok di kota Bangkok

Terlihat lezat ya, tapi ingat tensi!

Icon Siam Shopping Mall Bangkok

Weekend kali ini memang dari mall ke mall, tapi tetap seru karena banyak hal baru yang dilihat. Apalagi ini adalah kunjungan kami pertama ke Icon Siam.

Ada yang belanja, ada yang lihat-lihat dan saya melipir ke tempat kopi di dalam mall. 

Hari itu entah sehari saya minum berapa gelas kopi dan ice boba!

Floating market buatan di Icon Siam

Mall nya lumayan komplit 🙂

“After You” Boba, belinya pakai antre

Gimana enggak tertarik saya lihat ini

Cappucnio Shakaletto



Asiatique Menutup Hari Kedua Di Bangkok

Paling asyik mengunjungi Asiatique malam hari, soalnya terhindar dari sengatan matahari. Tempat ini juga terlihat lebih cantik saat lampu-lampu sudah menyala.

Kami ke tempat belanja oleh-oleh Kon Fai, jajan, dan sempat makan seafood di Riverfront.

Supaya syah ke Asiatuqie, foto dulu di sini

Setiap ke Bangkok, membeli kacang ini. Unik, ada rasa kopi

Siapa nih yang cari jersey sepak  bola atau basket?

Kon Fai yang dipenuhi turis asal Indonesia

Hari Ketiga di Bangkok: Sarapan di Factory Coffee Bangkok 

Yah gini, kalau ke Bangkok sama saya, fokus utama mencari kopi. Tapi teman-teman saya baik, walau naik Tuk-tuk, mau nganter saya makan Croissant Charcoal dengan isi rasa Thai Tea. Duh, kangen banget!

Belum lagi kopinya Factory Coffee Bangkok itu enak banget!

Ini tuh selalu saya bungkus dan bawa pulang

Semua kopinya enak 🙂


Team kami pun terbagi dua, ada yang ke Chatuchak, dan ada yang belanja ke Platinum Fashion Mall. Saya tentu ikut team Chatuchak.


Jajan Kopi di The Breakfast Club Pasar Chatuchak

Ini kunjungan tersingkat ke Chatuchak. Kami mencari jepit rambut hahaha, susah kan. Sambil mencari jepit rambut, tidak sengaja kami melihat The Breakfast Club, kedai kopi di dalam Pasar Chatuchak yang dipenuhi pengunjung.

Kami pun mencoba Yuzu Espresso mereka, dan later on menjadi menu baru di Mr.Husband Coffeeshop Pasar Intermoda BSD. Cobain deh, lah tetep jualan hahaha

Kedai mungil yang sangat eye catching

You’re cute, but I’m not sharing my coffee

Segar banget!

Kunjungan Singkat ke Siam Square

Sebelum pulang ke hotel untuk packing, kami ke Siam sejenak. Ada pameran Snoopy, dan tentu saja ada Bake Cheesetart, yang saya bawa pulang juga ke Jakarta.

I love Snoopy

Tiada hari tanpa jajan di Bangkok

Oleh-oleh dari Bangkok

***

3 hari 2 malam, isinya jajan dan ngopi ya hehe. Tapi menyenangkan untuk keluar sejenak dari rutinitas. Sungguh kangen weekend di Bangkok.

Nah sejak pandemi dan enggak bisa menjadikan traveling sebagai ajang “keluar sebentar dari rutinitas” ternyata “sepedahan ke coffeeshop” bisa menjadi penyaluran hobby jalan-jalan saya.

Jadi mohon maklum kalau sejak pandemi isi instagram saya adalah cerita tentang sepeda. Semoga segera kita bisa kembali menjelajah dunia lagi ya!


Salam sehat selalu.


written on August 18, 2021

Follow our instagram @tesyasblog

Next Post
Furusato Izakaya


Previous Post
Sauciko (Saung Cikunir Kopi)