November 29, 2022

Schengen adalah kawasan di Eropa yang terdiri dari 26 negara, yaitu Austria, Belgia, Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hongaria, Islandia, Italia, Latvia, Liechtenstein, Lithuania, Luksemburg, Malta, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, dan Swiss. Sejak 1985, mereka sepakat menghapus kebijakan paspor dan semua jenis kontrol perbatasan pada masing-masing kawasan perbatasan. Jadi kata “Schengen” artinya apa? Ini adalah nama kota di Luksemburg tempat perjanjian diadakan. Baru tau kan? 🙂

Kalau mau mengunjungi negara-negara tersebut, sebagai pemegang paspor RI kita harus punya visa Schengen yang di-apply ke salah satu negara anggotanya. Dengan satu visa Schengen, di Eropa kita bebas keluar masuk 26 negara tersebut, termasuk ke Vatican, Monaco, dan San Marino. Di Indonesia bisa apply ke kedutaan negara yang bersangkutan, atau melalui agen resmi yang ditunjuk negara tersebut. Umumnya berlokasi di Jakarta, tapi ada yang bisa apply di Surabaya atau Bali. Visa Schengen dari Italia dan Yunani apply di kedutaan yang bersangkutan, Belanda di agen VFS, Prancis di TLS, Spanyol di BLS. Informasi lengkap tentang syarat apply visa, silakan baca di situs resmi Kedutaan negara Schengen.

Secara umum, cara mengajukan visa Schengen adalah: 
1. Dapatkan jadwal appointment (janji temu) untuk wawancara dan menyerahkan dokumen.
2. Membawa dokumen berupa:
– Formulir dari negara yang di-apply.
– Paspor yang masih berlaku.
– Foto terbaru ukuran 3,5 x 4,5 cm dengan latar belakang putih.
– Bukti tiket penerbangan pulang-pergi.
– Bukti akomodasi.
– Asuransi perjalanan yang mencakup negara Schengen dengan minimal coverage 30.000 Euro.
– Bukti keuangan.
3. Membayar visa sebesar 80 Euro.
4. Menunggu dengan harap-harap cemas sambil cek status di link tracking yang diberikan.
5. Mengambil paspor. Artinya, visa bisa dapat atau tidak.

Syarat utama dapat visa adalah dokumen yang lengkap dan meyakinkan.

~@TrinityTraveler

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana caranya agar dapat visa Schengen multiple entry 4 tahun? Kalau Anda mau mengurus visa sendiri dan pergi ke Eropa sebagai turis tanpa ikut tur, begini tipnya;

  1. Apply visa ke satu negara Schengen tempat mendarat pertama kali dan/atau tinggal paling lama.
  2. Lama pengurusan visa Schengen umumnya 15 hari kerja. Jadi mengajukannya jauh-jauh hari, ya? Apalagi hari gini abis pandemi lagi rame banget! Saya dapat slot appointment secara daring aja bisa sampai dua bulan. Ingat, selama pengurusan visa ini, paspor Anda akan ditahan, jadi usahakan memang tidak ada jadwal ke luar negeri.
  3. Dokumen harus rapi dan urut. Hasil print tintanya jelas. Kalau diberikan check list, urutkan berdasarkan itu. Kalau disuruh fotokopi, buatlah di kertas A4. Jadi kalau diminta KTP, jangan fotokopi yang seukuran KTP, tapi kertasnya harus selembar dengan posisi vertikal. Saya malah kasih post it di tiap dokumen yang diperlukan, jadi pas diperiksa petugas gampang nyarinya.
  4. Isi formulir dengan jelas dan tidak typo. Saat mengisi formulir, ada pilihan single entry (masuk cuma sekali) dan multiple entry (masuk berkali-kali). Jangan lupa centang yang multiple entry.
  5. Meski tidak diminta, sertakan itinerary hari per hari dengan detail, termasuk naik apa, menginap di mana, mau ngapain/ke mana aja. Ketik aja sendiri di Excel.
  6. Bukti reservasi tiket penerbangan ini tricky. Kan rugi kalau sudah beli tiket pesawat tapi tidak dapat visa. Caranya: cari maskapai penerbangan yang bisa free cancelation, atau yang bisa hold booking dengan membayar sedikit fee, atau bayar aja ke travel agent.
  7. Sesuaikan bukti akomodasi dengan uang di bank statement yang diajukan. Kalau duit dikit, nginepnya di hostel lah. Kalau ga mau resiko, booking dari situs/aplikasi akomodasi yang bisa free cancelation. Kalau menginap di rumah saudara/teman, dia sendiri harus memberi surat yang menyatakan akan menampung Anda dan biasanya harus didaftarkan ke pemerintah tempat dia tinggal.
  8. Berapa banyak uang yang harus ada di bank statement? Memang tidak diinformasikan berapa, tapi travel agent sering mematok Rp 50 juta. Kalau saya sih pakai hitungan minimal begini: jumlah hari di Eropa x 80 Euro + harga tiket pesawat pulang + dilebihin 10% dari total. Lalu, karena bank statement biasanya diminta 3 bulan terakhir, jangan tiba-tiba di bulan kedua ada segelontor uang masuk. Jumlah tiap bulan usahakan konsisten. Slip gaji jumlahnya harus sesuai dengan yang masuk ke bank yang diajukan. Jadi kalau mau minjem supaya kelihatan gede, usahakan masuk sebelum 3 bulan.
  9. Kalau diminta surat sponsor/perusahaan tempat bekerja, informasinya harus jelas berisi data Anda, tujuannya, kapan perginya, atas biaya siapa perjalanannya, dan tulis jaminan bahwa Anda akan kembali ke Indonesia untuk bekerja.
  10. Berdasarkan pengalaman, ada negara yang lebih generous memberi visa Schengen dibandingkan negara lain. Belanda dan Prancis termasuk yang paling “murah hati”. Jerman, Italia, Swiss termasuk yang ngasih durasi “irit”.
  11. Kalau baru pertama kali ke Eropa, sedikit kemungkinan Anda mendapat visa berdurasi panjang. Saya aja mulai dari dapat visa yang tanggalnya dipasin, lalu naik jadi sebulan, tiga bulan, enam bulan, setahun, dua tahun, baru empat tahun.
  12. Tapi ingat, durasi visa tergantung dari lamanya paspor Anda berlaku. Tidak seperti Amerika Serikat, visa Schengen tidak pernah dikasih lewat dari masa berlakunya paspor. Meski sudah berkali-kali ke Eropa, kalau pas apply visa masa berlaku paspor tinggal setahun, paling banter dikasih 6 bulan visa doang. Jadi dapat visa 4-5 tahun karena paspor masih baru, setelah berkali-kali dapat visa Schengen.
  13. Kalau diminta fotokopi paspor lama, fotokopi semua halaman yang ada cap dan visa dari berbagai negara. Semakin banyak, semakin “dipercaya”. Bila sudah pernah punya visa Schengen sebelumnya, sertakan fotokopinya. Bawa juga paspor lamanya, kali-kali ditanya.
  14. Kalau sekali dapat visa Schengen, usahakan apply visa berikutnya tidak pindah negara karena kemungkinan akan susah “naik pangkat”. Saya pernah dapat visa Belanda setahun, berikutnya apply di Jerman eh malah turun jadi enam bulan! Namun bisa terjadi kasus lain, ada negara yang emang mentoknya ngasih visa maksimal tiga atau enam bulan meski sudah berkali-kali apply di tempat yang sama.
  15. Banyakin berdoa. Ini serius.

Tip ini hanya berdasarkan pengalaman pribadi, jadi hasilnya bisa saja berbeda di tiap orang. Visa Schengen Anda sukses atau tidak itu hanya petugas visa dan Tuhan yang tau. Hehe!

Good luck!


P.S. Agar tulisan di blog yang berusia 17 tahun ini bertahan secara independen, silakan menyumbang “uang jajan” untuk saya di sini.