November 29, 2022

Mental tempe? Kesannya tidak berharga, seseorang yang rendahan, dan konotasi negatif lainnya. Sebab tempe sendiri terkenal sebagai makanan rakyat yang murah meriah. Padahal bila Kawanjo paham pembuatan tempe, julukan mental tempe justru membanggakan. Sebab salah satu makanan fermentasi tradisional khas Indonesia ini tidak asal – asalan dalam membuatnya.

Mulai dari bahan utama. Kedelai untuk pembuatan tempe harus benar – benar bersih. Dicuci berulang kali, direndam hingga kulit arinya mengelupas. Kemudian dikukus dan ditiriskan. Semua tahapan memproses kedelai ini harus menggunakan peralatan yang bersih. Jika tidak, fermentasi akan terganggu.

Baca Juga : Kuliner Sehat Legendaris Yogyakarta, Tak Hanya Lezat Namun juga Bermanfaat 

Ragi tempe yang merupakan kumpulan spora kapang, memegang peranan penting dalam pembuatan tempe. Organisme ini tidak akan mau bekerja optimal jika ada kotoran yang menggangu. Hal inilah yang kemudian mempengaruhi mutu tempe bila sudah jadi. Bahkan, konon katanya, bila pengrajin tempe sedang gelisah hatinya, ini juga bisa berpengaruh pada hasil akhir tempe.

Jadi, istilah mental tempe tidak tepat untuk merendahkan seseorang. Karena tempe ternyata istimewa, belum lagi bila paham manfaatnya untuk kesehatan.

Ini baru tentang tempe, ya. Masih ada banyak makanan hasil fermentasi tradisional di Indonesia. Tempe hanya salah satu contoh makanan fermentasi tradisional yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia.

Manfaat Makanan Fermentasi

Pada zaman dahulu, masyarakat melakukan fermentasi untuk mengawetkan makanan. Kemudian hasilnya akan dibawa sebagai bekal berburu di hutan, mengerjakan ladang, bahkan menjadi ransum para pejuang dalam peperangan.

Baca Juga : Tangkai Cabai Bisa jadi Yoghurt? Yuk, Mengolah Limbah Masakan Kuliner Khas Indonesia

Seiring perkembangan ilmu pengetahuan, ternyata didapatlah bahwa fermentasi ternyata membawa manfaat untuk tubuh. Makanan yang difermentasi bisa  menghasilkan senyawa dalam tubuh. Senyawa ini mampu mencegah dan menghancurkan pertumbuhan bakteri jahat sehingga tubuh menjadi lebih sehat.

Makanan fermentasi juga bisa memproduksi serotonin untuk kesehatan usus sebagai bagian dari sistem pencernaan. Selain itu,

juga menghasilkan vitamin B12 dan K2 yang berpengaruh pada sistem syaraf dan tulang serta membantu tubuh untuk menghilangkan racun.

Makanan Fermentasi Tradisional Khas Indonesia

Makanan Fermentasi Tradisional Khas Indonesia
Makanan fermentasi tradisional khas Indonesia

Sekali lagi, teknik fermentasi makanan ternyata sudah ada sejak dulu. Masyarakat Indonesia memiliki beragam makanan hasil fermentasi yang menjadi ciri khas tiap – tiap daerah. Selain tempe masih banyak lagi macamnya. Inilah beberapa makanan fermentasi tradisional khas Indonesia yang terkenal:

Baca Juga : Unik, Enak, Sehat, Ini Dia Oleh-oleh Makanan Ringan Khas Lombok

  1. Tempoyak durian
Makanan Fermentasi Tradisional Khas Indonesia
Cara bikin makanan fermentasi tradisional khas Indonesia Tempoyak durian

Makanan khas Melayu di pulau Sumatera ini terbuat dari daging durian yang difermentasi. Dengan rasa yang asam, tempoyak kemudian dicampur dengan bahan lain. Ada bermacam – macam olahan tempoyak  durian sesuai daerahnya.

Baca Juga : Fakta Unik Pohon Kawung Penghasil Kolang-kaling

Di Palembang terkenal dengan tempoyak campuran daging ayam atau pindang ikan patin. Di Bengkulu,  masakan tempoyak biasa dicampur udang dengan tekstur yang sangat lembut. Selanjutnya di daerah Jambi, tempoyak lebih sering menggunakan campuran ikan patin dan ikan baung. Sedangkan daerah Lampung, tempoyak menjadi bahan dalam hidangan seruit atau campuran untuk sambal.

  1. Lamang Tapai
Makanan Fermentasi Tradisional Khas Indonesia
makanan fermentasi khas Indonesia Lamang Tapai

Cita rasa khas terbentuk dari bambu yang digunakan untuk memasak lamang tapai. Caranya adalah dengan memasak ketan hitam di dalam bambu. Setelah matang, lamang ini diguyur dengan tape hasil fermentasi. Cocok sekali disantap sambil menikmati pemandangan di kala siang hari di kota Padang.

Baca Juga : 9 Kue Khas Padang Enak, Hati-hati Ketagihan!

  1. Wadi Patin
Makanan Fermentasi Tradisional Khas Indonesia
daftar makanan fermentasi tradisional khas Indonesia Wadi Patin

Produk kuliner di Palangka Raya ini berbahan dasar ikan. Makanan ini terbuat dari ikan lele yang difermentasi, dengan cita rasa asin dan asam yang menggoda.

Baca Juga : Memburu 5 Kuliner Tradisional, Pecinta Pedas Wajib Tahu

Biasanya makanan tradisional ini dimasak dengan cara digoreng atau dikukus. Ditambah dengan sambal serai dan sepiring nasi hangat.

  1. Tape Singkong
Makanan Fermentasi Tradisional Khas Indonesia
makanan fermentasi khas Indonesia Tape Singkong

Bondowoso merupakan kota tape di Jawa Timur. Tape dari sana terkenal manis dan menggiurkan. Singkong yang digunakan untuk makanan satu ini adalah yang berwarna kuning atau putih. Setelah dikupas, singkong dikukus selama 30 menit.

Baca Juga : Traveling ke Purwakarta Jangan Lupa Jajal 5 Kuliner Khas Ini

Setelah dingin, proses peragian dilakukan. Biasanya proses ini menggunakan keranjang bambu atau besek yang dilapisi daun pisang. Ada mitos bahwa proses menabur ragi tidak boleh dilakukan oleh wanita yang sedang menstruasi. Bila dilanggar, pembuatan tape akan gagal.

  1. Peuyeum
Makanan Fermentasi Tradisional Khas Indonesia
rekomendasi makanan fermentasi tradisional khas Indonesia Peuyeum

Makanan fermentasi dari Jawa Barat ini terbuat dari  singkong. Singkong yang digunakan adalah jenis singkong manis yang berwarna putih atau kuning.

Dalam pembuatan peuyeum, biasanya singkong dibiarkan utuh. Hanya dipotong di kedua ujungnya, lalu dikupas.

Baca Juga : Beli dan Nikmati Kue Khas Mamuju, Supaya Perekonomian Semakin Maju

Setelah dicuci dan direndam sebentar, singkong utuh tersebut direbus hingga setengah masak. Kemudian ditiriskan lalu siap diberi ragi. Ragi dilumurkan ke seluruh permukaan singkong. Proses peragian pada peuyeum mirip dengan pembuatan tape singkong. Hanya saja bedanya, ragi yang digunakan pada pembuatan peuyeum, dua kali lebih banyak dari ragi untuk tape.

  1. Brem
Makanan Fermentasi Tradisional Khas Indonesia
daftar makanan fermentasi tradisional khas Indonesia Brem

Jajanan ini biasanya dijadikan buah tangan dari daerah Madiun dan Wonogiri. Brem memiliki tekstur yang padat namun saat digigit akan meleleh. Ketika pertama kali lidah menyentuh, akan terasa nyess dan sensasi legit manis mendominasi.

Baca Juga : 4 Ide Oleh-Oleh Anti Mainstream dari Bali

Brem adalah hasil fermentasi dari sari ketan hitam yang diendapkan dalam waktu kurang lebih 24 jam. Uniknya, makanan berwarna putih kekuningan dan berbentuk kotak ini memiliki manfaat tersendiri. Masyarakat Madiun percaya bahwa dengan mengonsumsi brem bisa membuat kulit jadi halus dan jerawat bisa hilang.

  1. Oncom
Makanan Fermentasi Tradisional Khas Indonesia
contoh makanan fermentasi tradisional khas Indonesia Oncom

Berasal dari Jawa Barat, makanan satu ini enak bila disantap saat hangat. Proses fermentasinya diperoleh dari kapang yang dicampur dengan bungkil kacang tanah, ampas tahu, ampas kedelai, atau ampas kelapa.

Baca Juga : Ini Dia Makanan Khas Sunda yang Sederhana Namun Bikin Ketagihan

Pembuatan oncom mirip dengan tempe. Bedanya oncom akan dijual  setelah kapang menghasilkan spora. Sedangkan tempe siap dijual sebelum kapang menghasilkan spora. Namun begitu, sama dengan tempe, oncom paling nikmat bila digoreng kering.

Menyantap makanan fermentasi tradisional khas Indonesia memang banyak manfaatnya. Sudah lezat menyehatkan lagi. Bila ternyata berkesempatan mengunjungi salah satu kota di atas, menyantap makanan fermentasi di daerah asalnya pasti mengasyikkan. Karena bisa sekalian refreshing alias berwisata.

The post 7 Makanan Fermentasi Tradisional Khas Indonesia Sudah Lezat, Sehat lagi appeared first on Pigiblog.