November 29, 2022

Bekerja sambil wisata di Jimbaran? Atau bersantai namun nampak bekerja? Sebenarnya apa yang dilakukan banyak turis di depan peralatan digital mereka? Tahukah Kawanjo, bisa jadi merekalah para digital nomad di Jimbaran Bali

Pengertian Digital Nomad

Dampak positif pandemi adalah terciptanya kecakapan bekerja di dalam era digital. Semua bisa dilakukan dari manapun, meskipun harus meninggalkan rumah tempat tinggal atau kantor tempat bekerja. 

Itulah kemudian muncul istilah digital nomad atau pengembara digital. Mereka adalah seseorang yang bekerja dari jarak jauh dan berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Para digital nomad memanfaatkan teknologi telekomunikasi, dalam hal ini adalah internet.

Baca juga: Digital Travel Marketplace

Alasan terbesar untuk memilih jadi digital nomad adalah mudahnya mencari ide bila berada di lingkungan baru. Apalagi bila lingkungan yang dipilih ini nyaman, memiliki banyak fasilitas hiburan dan rekreasi, serta yang utama adalah jaringan internet yang kuat. 

Digital Nomad di Jimbaran Bali, wisata bali, bali, canggu, jimbaran, wisata jimbaran
Digital Nomad

Seorang digital nomad bekerja sendiri dengan sepenuh tenaga menyelesaikan tugasnya. Dengan mengembara jauh dari asalnya, karena itulah mereka butuh mengatur sendiri kebutuhan dan aktivitasnya. Bila jenuh, mereka bisa berekreasi di tengah kesibukan. Tentunya dengan jadwal ketat yang mereka tetapkan sendiri. Sebab bila terlalu banyak bersantai pun tak akan baik bagi pekerjaan yang jadi fokus utama. Bila butuh ide tambahan, mereka bisa bersantai sambil kulineran atau bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.

Visa Digital Nomad di Indonesia

Ternyata Indonesia menjadi salah satu tujuan digital nomad terbaik bagi warga luar negeri. Dari data yang dilansir dari pernyataan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, terdapat 3.017 wisatawan digital nomad selama bulan Januari – Agustus 2022. Kebanyakan mereka berasal dari negara Rusia, Amerika Serikat, dan Inggris.

Untuk menetap sementara di Indonesia dan bekerja secara digital, para turis mancanegara ini harus memiliki visa jenis terbaru. Yaitu visa tujuan sosial-budaya (B-211) yang memenuhi syarat untuk semua negara. Visa tersebut berlaku selama 60 hari atau 2 bulan. Bila ingin  memperpanjang, bisa sampai 180 hari atau 6 bulan.

Digital Nomad di Jimbaran Bali, wisata bali, bali, canggu, jimbaran, wisata jimbaran
Visa Digital Nomad

Dari pengamatan kementerian pariwisata pula, Canggu di Bali menjadi destinasi yang dituju paling banyak digital nomad. Menyusul kemudian adalah wilayah Jimbaran dan Uluwatu Bali.

Baca juga: Cara Jual Foto Wisata di Internet

Lalu, sebenarnya siapa saja digital nomad itu? Beberapa di antara mereka merupakan profesional yang membuka konseling, akuntan atau bantuan hukum lainnya secara daring. Bisa juga mereka yang  biasanya bekerja sebagai penulis lepas, pembuat dan penulis konten, atau admin web, bahkan YouTubers atau influencer yang harus giat membuat konten demi views meroket. Tak sedikit pula mereka adalah pebisnis di bidang hiburan, yang harus mengelola tim secara online. Atau bisa jadi pebisnis di bidang lain yang memasarkan produk baik berupa digital maupun tidak. 

Alasan Jimbaran sebagai Tujuan Digital Nomad

Memang, berdasarkan hasil penelitian kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif, kawasan Canggu lah yang menjadi top favorite digital nomad di Bali. Namun tak ada salahnya melihat Jimbaran sebagai peraih peringkat kedua tujuan digital nomad. Apalagi Canggu telah berubah menjadi kawasan yang padat. Dimana bisa jadi sebagian orang tidak nyaman di tempat ramai.

Digital Nomad di Jimbaran Bali, wisata bali, bali, canggu, jimbaran, wisata jimbaran
Pantai di Jimbaran Bali

Jimbaran merupakan sebuah desa nelayan di kecamatan Kuta Selatan,  kabupaten Badung. Dengan potensi kenyamanan dan keindahan, desa ini memang layak dijadikan tujuan mengembara sementara bagi para turis luar negeri. Berikut adalah alasan para digital nomad memilih Jimbaran untuk mereka bekerja dan berwisata:

  1. Biaya hidup yang murah

Biaya hidup menjadi hal penting bagi seorang digital nomad. Di Jimbaran, cost living bagi mereka adalah $648 per bulan atau sekitar 7 juta per bulan. Biaya itu diantaranya adalah untuk ongkos tempat tinggal. Sebab mereka akan berada di Jimbaran dalam waktu tidak sebentar.

Banyak alternatif villa dan hotel di daerah dengan luas 20,50 km² ini.  Namun meski low cost, fasilitas yang diberikan tidak asal – asalan. Semisal the Sesari Jimbaran yang biaya menginapnya di bawah Rp. 200.000 untuk setiap malam. Dengan fasilitas lengkap, hotel ini makin istimewa karena dekat dengan pantai Jimbaran. The Sesari Jimbaran juga tidak jauh dari bandara internasional Ngurah Rai Bali.

Baca juga: Hotel dengan Pemandangan Pantai Bali

Selain penginapan, konsumsi menjadi poin pertimbangan biaya hidup. Sedangkan Jimbaran sendiri terkenal sebagai pelopor restoran seafood di Bali Selatan. Pun juga dengan kuliner khas Bali lainnya yang pasti menarik minat wisatawan mancanegara. Maka, tak diragukan lagi, urusan perut, Jimbaran bisa dipercaya.

  1. Kenyamanan bekerja

Bagi para digital nomad, bekerja menjadi fokus utama meskipun jauh dari rumah atau kantor. Karena itu, mereka butuh kenyamanan dalam bekerja secara online. Faktor terpenting bagi mereka adalah ketersediaan dan kecepatan akses internet. Dan Jimbaran menyediakan untuk mereka. Dengan rerata kecepatan 9 Mbps, para digital nomad tak perlu pusing pekerjaan mereka tersendat. Apalagi layanan jejaring dunia maya ini tersedia mulai dari penginapan, cafe, coworking space, hingga tempat wisata.

Selain internet, para digital nomad juga butuh suasana yang bisa membangun mood mereka supaya lebih produktif dan efektif. Nah, Jimbaran pun menawarkan berbagai keunikan untuk mengusir bad mood dan mendatangkan banyak ide. 

Ada banyak cafe unik dengan ragam makanan dan minuman ringan. Seperti Cafe Rock Bar yang berada di ketinggian 14 meter dan menghadap ke laut lepas, Made Bagus cafe yang berlantai pantai, Koffietons untuk suasana feels like home, atau Colabo cafe dengan nuansa cozy dan menu BBQ nya. Semuanya bisa dipilih sesuai dengan kesukaan dan kadar kenyamanan masing – masing.

Baca juga: Cafe Instagramable di Bali

Digital Nomad di Jimbaran Bali, wisata bali, bali, canggu, jimbaran, wisata jimbaran
Co-working space

Pun dengan co-working space, Jimbaran punya banyak. Rata – rata biaya sewanya adalah 133 dolar atau Rp. 2 juta  per bulan. Biaya ini bisa pula dibayar untuk harian. Salah satu co-working space yang terkenal adalah Jimbaranhub. Dengan kapasitas 40 orang, tempat ini memiliki fasilitas berupa ruangan rapat, ruangan outdoor, indoor, serta semi outdoor. Di sana juga tersedia jadwal zumba dan yoga. Dan yang seru adalah co-working di jalan Karang Mas Jimbaran ini dekat dengan tujuan surfing yaitu pantai Muaya dan pantai Jimbaran.

  1. Memiliki banyak destinasi wisata

Salah satu alasan pekerjaan semacam digital nomad ini adalah kemudahan healing alias traveling. Sehingga saat burn out atau stress terkena pekerjaan, mereka bisa mudah berpindah ke tempat – tempat wisata.

Jimbaran memiliki banyak tujuan wisata dimana para digital nomad bisa menikmati beragam aktivitas populer. Seperti memancing, berselancar, dan scuba diving di pantai Jimbaran, pantai Muaya, dan pantai Tegal Wangi. Jangan lupa, pantai adalah tempat menikmati panorama sunrise dan sunset yang menenangkan.

Baca juga: Tips Merawat Kulit Wajah Selama Berwisata di Bali

Destinasi wisata di dekat Jimbaran selanjutnya adalah Garuda Wisnu Kencana yang terkenal sampai ke mancanegara. Para pelaku digital nomad bisa mengunjungi taman wisata budaya dan belajar kearifan lokal serta sejarah di sana.

Digital nomad di Jimbaran Bali memang pas. Dengan segala kekayaan alam dan fasilitas di dalamnya, banyak turis yang memutuskan tinggal sementara untuk bekerja secara daring di sini. Termasuk adanya berbagai aktivitas wisata di sana yang bisa memompa semangat kerja.

The post 3 Alasan Digital Nomad di Jimbaran Bali appeared first on Pigiblog.